Jumat, 31 Januari 2014

PROSES KEHAMILAN

Proses Kehamilan 


Proses kehamilan harus ada sel spermatozoa, sel telur (ovum) yang bersatu membentuk konsepsi dan hasil konsepsi menanamkan dirinya didalam endometrium. 

  1.  Oogenesis Melalui proses oogenesis terbentuklah ova dari oogonia. Sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubahan yaitu pembelahan mitosis menjadi oosit primer (46 kromosom, diploid), waktu lahir dan masa pubertas ditemukan 400.000-500.000 yang kemudian mengalami degresi sehingga tinggal 400-500 oosit. Pada waktu pematangan pertama dengan proses miosis pertama dari oosit primer terbentuk oosit sekunder (23 kromosom, haploid) dan badan kutub pertama. Pematangan kedua terjadi setelah spermatozoon membuahi ovum dimana terbentuk 1 ovum dan 3 badan kutub kedua. Badan kutub terletak diantara zona pellusida dan membran vitellina dari ovum yang telah dipenetrasi oleh spermatozoon. 
  2. Spermatogenesis Spermatogonium tumbuh dari sel primitif tubulus seminiferus testis yang relatif berjumlah tetap sampai pubertas. Spermatogenesis dirangsang oleh hormon testoteron dari sel yang dipengaruhi oleh “intertisial stimulating hormon”. Pembentukan spermatozoa memerlukan waktu 3 hari. Spermatozoa terdiri dari bagian kepala, leher, dan ekor. Bagian kepala berbentuk bulat atau lonjong, sedangkan bagian leher banyak mengandung mitokondria merupakan penghasil energi dalam bentuk gradien ion adenosin trifosfat (ATP). Energi yang terdapat dalam mitokondria digunakan untuk gerakan spermatozoa melalui ekornya menembus lendir serviks, uterus dan tuba. 
  3. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi diliputi oleh corona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase ditengah sitoplasma yang disebut vitellus. Dalam perjalanan ovum, corona radiata makin berkurang pada zona pellusida. Dalam beberapa jam setelah terjadi pembuahan, mulailah pembelahan zigot. Hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma ovum mengandung zat asam amino dan enzim. Setelah pembelahan ini terjadi, maka pembelahan berjalan lancar, dan dalam waktu 3 hari terbentuk suatu kelompok sel-sel yang besarnya sama. Hasil konsepsi berada dalam stadium morula. Hasil konsepsi disalurkan terus ke pars ismika dan pars interstisialis tuba (bagian-bagian tuba yang sempit) dan kearah kavum uteri, dalam kavum uteri hasil konsepsi mencapai stadium blastula. Blastula diselubungi oleh satu sampai yang terdiri dari sekelompok sel yang merupakan dinding yaitu tropoblast. Tropoblast inilah yang yang memberi makan ovum sampai terbentuk sirkulasi darah didalam plasenta. 
  4. Nidasi (implantasi pada uterus) Tropoblast yang mempunyai kemampuan menghancurkan dan mencairkan jaringan menemukan endometrium dalam masa sekresi, dengan sel-sel desidua. Sel-sel ini besar dan mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh tropoblast, kemudian blastokist masuk dan menanamkan dirinya kedalam endometrium, peristiwa inilah yang disebut implantasi atau nidasi. Implantasi umumnya terjadi pada dinding depan atau dinding belakang di daerah fundus uteri. Pada umumnya blastula menyentuh endometrium pada bagian yang mengandung bintik benih atau nodus embrional (inner cell mass). Bintik benih adalah sekelompok sel yang padat yang terletak di dalam blastula yang kemudian akan berdifferensiasi menjadi lapisan eksoderm, mesoderm dan endoderm yang membentuk diskus embriyonal yang bakal menjadi mudigah.
Untuk belajar lebih lengkap lagi buka referensi yang ini ya ....

DAFTAR RUJUKAN 

  •  Army. 2006. Dasar-dasar Ilmu Kebidanan. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 
  • Bobak. 2004. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. EGC. Jakarta . 
  • Cunningham, F.G, dkk. 2006. Obstetri Williams. Edisi 21 Bahasa Indonesia. EGC. Jakarta.
  • Fraser, Diane M. 2009. Myles Buku Ajar Bidan . Edisi 14 EGC. Jakarta. 
  • Kusmiyati, yuni. 2009. Perawatan Ibu Hamil . Yogyakarta: 
  • Fitra Maya. WHO. 2003. Buku Saku Manajemen Komplikasi Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: EGC.
  • Manuaba, Ida Bagus Gde. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC 
  • Manuaba, Ida Bagus Gde. 2008. Patologi Obstetri untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta : EGC.
  • Prawiroharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 
  • Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 
  • Pusdiknakes-WHO. 2003. Asuhan Antepartum. 
  • Saifuddin, Abdul Bari. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. 
  • Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Paduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. 
  • Saifuddin, Abdul Bari. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka 
  • Sarwono Prawihardjo. Varney, Helen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.
  • Winkjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Selasa, 28 Januari 2014

UJIAN KOMPETENSI DIII KEBIDANAN

Pelaksanaan uji kompetensi bagi peserta didik pendidikan tinggi Diploma III Kebidanan merupakan syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Amd.Keb. Pelaksanaan uji kompetensi tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 704/E.E3/DT/2013 tentang Uji Kompetensi bagi calon lulusan pendidikan tinggi bidang kebidanan dan keperawatan tertanggal 24 Juli 2013. Standarisasi lulusan pendidikan tinggi khususnya bidang kebidanan melalui uji kompetensi yang bermutu ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dalam sistem pendidikan. Uji kompetensi dilaksanakan pada tahap akhir pendidikan (setelah menyelesaikan seluruh tahap pendidikan) sebagai exit exam dengan memperhatikan : pentingnya lingkungan akademik profesional, peran uji kompetensi sebagai umpan balik terhadap mutu proses pembelajaran serta integrasi sistem pendidikan-pelayanan kesehatan. Uji kompetensi berlaku bagi peserta didik yang belum menyelesaikan seluruh tahap pendidikan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2013. Akademi Anugerah Bintan merupakan salah satu institusi pendidikan yang mengikuti uji kompetensi pada periode November 2013. Selanjutnya uji kompetensi akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret, Juli dan November, sesuai dengan surat edaran Dirjen Dikti no 704 yang ditandatangani Dirjen Dikti Djoko Santoso. Penyelenggaraan uji kompetensi ini oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang dipayungi dengan Surat Keputusan Bersama antara Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes tentang Penyelenggaraan Uji Kompetensi bagi mahasiswa perguruan tinggi bidang kesehatan. Peserta uji kompetensi berasal dari program studi yang telah memiliki ijin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang masih berlaku dengan mengajukan peserta uji kompetensi ke kopertis di wilayah masing-masing dengan menyertakan data laporan EPSBED. Selanjutnya Kopertis akan mengajukan peserta Ukom ke MTKP. Tempat penyelenggaraan uji kompetensi adalah pada perguruan tinggi yang mempunyai program studi bidang kesehatan, memiliki ijin operasional dari Dirjen Dikti yang masih berlaku dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam panduan pelaksanaan uji kompetensi yang diterbitkan oleh Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes. Kelulusan uji kompetensi menjadi salah satu syarat kelulusan dari perguruan tinggi. Calon lulusan yang telah lulus uji kompetensi berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh perguruan tinggi setelah dinyatakan lulus kompetensi yang telah dibuktikan dengan surat tanda lulus dari panitia nasional. Hasil ujian kompetensi akan dikirim dari MTKI ke alamat email perguruan tinggi selang 1 bulan setelah pelaksanaan ujian. Nilai batas lulus untuk periode UKOM November 2013 kemarin yaitu : 41,24 dengan jumlah soal 180. Mahasiswa yang tidak lulus pada ujian kompetensi menjadi tanggung jawab Perguruan tinggi dengan binaan dari Kopertis dan MTKP. setelah pengumuman kelulusan, Perguruan tinggi berhak untuk menerbitkan Ijasah dan Sertifikat kompetensi. Selanjutnya untuk pengurusan Surat Tanda Regeistrasi (STR) dilakukan secara kolektif dari masing-masing Perguruan tinggi kepada Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) melalui Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) sesuai domisili peruguruan tinggi untuk proses penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR). Dengan menyertakan persyaratan : fotokopi ijasah (3 lembar), fotokopi serkom (3 lembar), Foto 4x6 backdrob merah (4 lembar), serta biaya transfer Rp 100.000.,

Kamis, 09 Januari 2014

Uji Chi-Square Dengan SPSS

Uji Chi-Square Dengan SPSS Uji Chi-square yang umum dikenal oleh banyak orang adalah pengujian terhadap keterkaitan antara dua buah variabel hasil perhitungan (count data), sehingga dasar pengujian yang digunakan adalah selisih nilai proporsi dari nilai observasi dengan nilai harapan. Ada pula yang mengasosiasikan uji chi-square sebagai pengujian untuk melihat hubungan antara dua buah variabel kualitatif (katagorik). Umumnya keterkaitan antar dua variabel kualitatif secara deskriptif ditampilkan dalam bentuk tabel kontingensi (CrossTabulation). Ada banyak jenis uji selisih proporsi/uji chi-square yang dikemukakan oleh banyak buku dan literatur, setiap jenis pengujian tersebut didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang harus dipenuhi oleh data yang akan diujikan, berikut beberapa uji proporsi (Chi-square yang umum digunakan): Uji Pearson Chi-square: Uji pearson Chi-square digunakan untuk menguji keterkaitan antar dua variabel katagori dimana asumsinya nilai harapan untuk setiap sel minimal 5 atau lebihy, dengan kata lain data yang terlibat dalam uji Pearson Chi-square harus lah banyak, berikut contoh data yang memenuhi asumsi dari uji Pearson Chi-square: Data dibawah digunakan untuk melihat hubungan antara tipe sekolah dengan gender, apakah ada kecenderungan sekolah swasta lebih banyak murid perempuan jika dibandingkan dengan sekolah negeri. Data
Prosedur Analisa Masukan Variabel :
Klik Statistics..
Continue Kemudian Klik Cells..
Continue Kemudian Klik OK OUTPUT Tabel Kontingensi
Informasi mengenai proporsi jumlah Laki-laki dan Perempuan berdasarkan Katagori Sekolah. Terlihat persentasi/proporsi jumlah LAKI-LAKI di sekolah NEGERI dan SWASTA relatif sama, begitu pula dengan siswa PEREMPUAN.. Uji Chi-Square
Terlihat dari hasil uji Pearson Chi-square di dapat nilai signifikan (p-value) = 0,828 sehingga keputusan yang kita ambil adalah menerima Ho yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan proporsi LAKI-LAKI dan PEREMPUAN antara sekolah Negeri dengan sekolah SWASTA.

Rabu, 25 Desember 2013

Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang

Penerimaan Mahasiswa Baru Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang TA 2014/2015


Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang merupakan salah satu institusi pendidikan yang bergerak dibidang kesehatan. Program studi yang ada DIII Kebidanan. Terletak di Kepulauan Riau tepatnya dibawah bimbingan Kopertis Wilayah X, Padang. Saat ini telah ter AKREDITASI B oleh BAN-PT.

Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Tahun Akademik 2014/2015 telah dimulai dengan sistem one day servic. Meliputi ujian teori (CBT), tes kesehatan dan tes wawancara. Bagi teman-teman yang ingin info lebih lanjut bisa langsung datang ke Kampus di Jl. Lembah Merpati Km. 13. Kelurahan Batu IX. kel. Tanjungpinang Timur. Kepulauan Riau atau bisa telp. 0771 442787.

Ruangan kuliah ber AC dan dilengkapi juga dengan Asrama yang berlokasi di dekat kampus jadi mahasiswa lebih maksimal dalam belajar dengan free internet.









Senin, 23 Desember 2013


Surat edaran Uji Kompetensi dan Format sertifikat kompetensi

http://storage.kopertis6.or.id/kemahasiswaan/surat%2023%20desember%202013%20tentang%20kebidanan/uk_sertifikat_lampiran.pdf

Ujian Ante Natal Care (ANC) AKBID Anugerah Bintan Tanjungpinang

Ujian ANC merupakan salah satu ujian tahap untuk mahasiswa DIII Kebidanan. Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang, menyelenggarakan ujian ANC pada tanggal 23 dan 24 Desember 2014 untuk mempersiapkan mahasiswa Semester 3 sebelum terjun ke tempat praktik. Kompetensi ini dilakukan mahasiswa setelah mereka lulus ujian Askeb I dengan nilai minimal B. Karena Mata kuliah Asuhan Kehamilan merupakan kompetensi yang harus dikuasai sehingga apabila ada mahasiswa yang mempunyai nilai kurang dari B maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian tersebut. 

Adapun kompetensi yang harus mahasiswa kuasai meliputi :
1. Anamnesa pada ibu hamil





2. Pemeriksaan Fisik pada Ibu Hamil





3. Pemeriksaan penujang atau laboratprium

a. Kadar HB
b. urin Protein dan urin reduksi
4. Dokumentasi terhadap asuhan yang diberikan dengan metode SOAP

Semoga bisa memberi manfaat ,,,